Pemimpin Moderat, Visi Berbasis Budaya
Dr. Rizal Marsaoly bukan nama baru dalam birokrasi Ternate. Namun, yang membedakannya adalah pendekatannya yang moderat dan berbasis nilai-nilai lokal. Ia bukan sekadar administrator, tetapi juga seorang pemikir yang percaya bahwa pembangunan tidak bisa dilepaskan dari akar budaya.
Dalam sambutannya, Rizal menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan seperti Gemusba dalam membentuk karakter generasi muda. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang bagaimana kita bersama-sama membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan tujuh prinsip dasar Kesultanan Kie Se Gam,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya ruang-ruang dialog antara pemuda dan pemerintah, sebagai cara untuk merespons tantangan zaman secara cerdas dan kreatif. Termasuk dalam hal kebijakan publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti kebijakan jam malam yang humanis dan partisipatif.
Momentum Spiritual dan Budaya
Menariknya, pengukuhan ini bertepatan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diselenggarakan oleh Gemusba. Sebuah pertemuan antara spiritualitas, budaya, dan kepemudaan yang menyatu dalam satu panggung kebersamaan. Ini memperkuat pesan bahwa pembangunan karakter generasi muda harus menyentuh seluruh dimensi: intelektual, spiritual, dan kultural.











Komentar