oleh

Perjuangan Tanpa Lelah Dr. H. Rizal Marsaoly: Membuka Jalan Kepastian Hidup bagi Guru PPPK

-Kota Ternate-277 Dilihat

Ternate – Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan yang kerap kali diwarnai ketidakpastian nasib para guru, muncul sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi para pendidik. Dialah Dr. H. Rizal Marsaoly, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate, yang kini menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan alih status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga  ASN Berbagi di Ramadan: Sentuhan Kemanusiaan Sekda Rizal Marsaoly untuk Ringankan Beban ASN Jelang Lebaran

Bagi Rizal, perjuangan ini bukan sekadar soal status administratif. Ini adalah tentang harga diri, kepastian hidup, dan masa depan ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang selama ini mengabdi dalam ketidakpastian. Di balik jas rapi dan gelar akademik yang disandangnya, Rizal menyimpan kepedulian mendalam terhadap nasib para guru, terutama mereka yang berstatus PPPK paruh waktu dengan penghasilan yang jauh dari layak.

Baca Juga  Dr. Rizal Marsaoly dan GEMUSBA : Menegaskan Visi Kota Ternate Berbudaya

“Kami di daerah tentu mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh pusat. Apalagi ini menyangkut kepentingan guru dan tenaga kependidikan. Kami sangat mendukung apa yang kini diperjuangkan PB PGRI,” ujar Rizal dengan nada tegas namun penuh empati, pada Minggu, 18 Januari 2026.

Rizal menyadari betul bahwa di balik semangat mengajar para guru PPPK, tersimpan kegelisahan yang tak pernah benar-benar reda. Gaji yang minim, status kerja yang tak pasti, hingga ancaman pemutusan kontrak sewaktu-waktu menjadi bayang-bayang yang terus menghantui. Padahal, beban kerja mereka tak kalah berat dibandingkan PNS.

Baca Juga  AKADEMISI APRESIASI POSITIF CAPAIAN 1 TAHUN VISI TERNATE ANDALAN II TAUHID - NASRI

“Banyak dari mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Tapi sampai hari ini, mereka masih harus hidup dalam ketidakpastian. Ini bukan hanya soal pekerjaan, ini soal kemanusiaan,” tambah Rizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *