oleh

Libas Saifudin Juba dkk Tapi Sisahkan AKA, LIRA Kritik Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Tebang Pilih: Komitmen Pemerintahan Bersih Dipertanyakan

-Malut-801 Dilihat

Ternate, 10 Januari 2026. – Komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas kembali dipertanyakan. Kebijakan kontroversial menonaktifkan empat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Malut menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malut.

Baca Juga  DPD Dapil Lampung Saja Tolak PT.Ormat di Halbar, Publik Pertanyakan : Bagaimana Dengan DPRD dan DPR, DPD Dapil Malut

Ketua LSM LIRA Malut, Said Alkatiri, menyebut langkah Gubernur Sherly sebagai kebijakan yang tidak logis dan sarat kepentingan. Menurutnya, jika alasan penonaktifan adalah karena keempat pejabat tersebut sedang diperiksa oleh Inspektorat, maka seharusnya kebijakan itu berlaku adil dan menyeluruh, termasuk kepada pejabat lain yang juga berstatus terperiksa.

“Ini jelas tebang pilih. Kalau memang semua yang diperiksa harus dinonaktifkan, kenapa Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Abubakar Abdullah, tidak ikut dinonaktifkan? Padahal dia juga sedang diperiksa dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran tunjangan DPRD saat menjabat sebagai Sekwan,” tegas Said kepada media, Sabtu (10/1).

Baca Juga  IMM Maluku Utara Apresiasi Kepedulian Haji Robert dalam Perjuangan Kemanusiaan Ade Tiwi

Anomali dalam Komitmen Antikorupsi

Gubernur Sherly Tjoanda sebelumnya gencar menyuarakan komitmen membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Namun, kebijakan yang dinilai tidak konsisten ini justru menciptakan anomali dalam narasi antikorupsi yang selama ini digaungkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *