Oleh: AA.HODA
Akhiir-akhir ini perbincangan proyek infrastruktur besar yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara lewat Gubernurnya Sherly, menjadi perhatian dan perbincangan yang penuh kontroversi. Jalan Trans Kieraha ini dirancang menghubungkan ibu kota provinsi Sofifi dengan wilayah Halmahera Tengah (Kobe) dan Halmahera Timur. Hal ini dianggap sangat strategis karena selama ini akses transportasi darat dan udara di Sofifi terbatas.
Di awal-awal perbincangan disebutkan proyek infrastruktur ini dengan nama Trans Kie Raha dalam ranah pikir secara personal, bahwa akan dibangun sebuah infrastruktur moda transportasi yang menghubungkan empat pulau yaitu Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo (pulau-pulau yang memaknai arti Kie Raha). Sehiingga terpikir oleh saya akan dibangun Dermaga-dermaga representatif dan penyediaan armada yang memadai dan mumpuni untuk menghubungkan empat pulau ini, baik pergerakan orangnya secara aman dan nyaman, maupun pergerakan arus barang yang cepat dan tepat. Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas orang dan barang antarwilayah bisa jauh lebih cepat dan efisien — membantu mengatasi isolasi geografis, terutama antara pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan daerah pedalaman/pesisir.





Komentar