Namun lain nama, lain perbuatan. Nama trans Kie Raha, tapi sebenarnya yang dibangun adalah bagian dari trans Halmahera,-yaitu menghubungkan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi-Ekor-Kobe yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah dan Buli di Halmahera Timur, kenapa tidak sebut saja Trans SEKOBU (Sofifi-Ekor-Kobe-Buli).
Kritik menyebut bahwa fokus pada pembangunan jalan darat antar-daratan bisa “diskriminatif” dalam konteks provinsi yang sebagian besar terdiri dari pulau: jalan darat mungkin tidak relevan bagi banyak kabupaten/pulau kecil. Dengan demikian, proyek besar ini belum tentu menjawab persoalan mendasar sebagian besar masyarakat di daerah kepulauan — misalnya kebutuhan dermaga, pelabuhan, transportasi laut, akses ke pendidikan/layanan dasar, dll.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menamakan proyek Trans Kie Raha untuk memberi identitas lokal yang kuat dan menyoroti prioritas mereka pada ruas penghubung Ibu Kota Sofifi ke Kabupaten Halteng dan Haltim, namun penggunaan Kie Raha harus ditinjau lagi karena dampak “diskriminatif” akan luas. Pulau Bacan akan menuntut dermaga yang representatif dengan armada-armada laut untuk konektivitas ke beberapa kecamatan di Halmahera Selatan. Jailolo akan menuntu pelabuhan feri, yang sampai saat ini hanya wacana saja. Dan masih banyak lagi wilayah pesisir di Maluku Utara yang masih terisolir.



Komentar