Saat melihat proyek ini secara objektif, wajar ada optimisme bahwa Trans SEKOBU bisa menjadi tulang punggung bagi kemajuan ekonomi dan infrastruktur di Halmahera / Maluku Utara. Namun beberapa hal yang perlu jadi perhatian serius bahwa Perlu transparansi penuh soal dokumen legal: FS, Amdal, izin pembebasan lahan, serta konsultasi publik — agar masyarakat lokal, termasuk komunitas adat atau yang tinggal dekat hutan, bisa ikut menentukan. Perlu adanya evaluasi dampak lingkungan secara jangka panjang — bukan hanya dari sudut pandang ekonomi, tetapi juga ekologi, kelestarian hutan, biodiversitas, dan hak komunitas lokal, dan yang terakhir adalah seimbangkan pembangunan darat dengan kebutuhan khas provinsi kepulauan seperti pembangunan pelabuhan, dermaga, transportasi laut — agar semua daerah, termasuk pulau-pulau kecil, tidak tertinggal.
Marilah kita gunakan nama yang tepat untuk perbuatan yang tepat. Trans Kie Raha menjadi Trans Sofifi-Ekor-Kobe dan Buli menjadi Trans SEKOBU,.Ada yang mengatakan apalah arti sebuah nama, namun bagi saya nama adalah warisan pertama dan penanda identitas paling mendasar seseorang, sebuah tempat, atau sebuah proyek. Nama berfungsi sebagai “label” yang unik yang membedakan satu entitas dari entitas lainnya. Tanpa nama, individu hanyalah bagian anonim dari keramaian. Jadi penamaan sesuatu itu sangat memengaruhi bagaimana sesuatu itu dipersepsikan oleh orang lain dan bagaimana mereka memandang diri sendiri.
Jadi, untuk menjawab ungkapan “Apalah arti sebuah nama,” jawabannya adalah: Arti sebuah nama adalah segalanya, karena ia membawa nilai, doa, reputasi, dan identitas yang akan menemani entitas tersebut seumur hidupnya.-(Anto Hoda)



Komentar