oleh

Ternate Rayakan HAJAT ke-775 di Kedaton dengan Penuh Khidmat: Meneguhkan Identitas Budaya dan Sejarah Leluhur

-Kota Ternate-362 Dilihat

Wali Kota juga menyinggung pentingnya merawat warisan budaya, termasuk nilai-nilai kepahlawanan. Ia secara khusus menyebut Sultan Babullah sebagai simbol diplomasi dan keberanian yang patut diteladani. “Patriotisme Sultan Babullah yang mengusir Portugis tanpa pertumpahan darah adalah pelajaran besar bagi kita semua,” ujarnya.

Rangkaian HAJAT tahun ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan adat dan budaya seperti Festival Literasi, Ternate Gastronomy, Kololi Kie Mote Kaha, Kololi Kie Mote Ngolo, Doa Kie, dan Fere Kie – ritual adat untuk memohon keberkahan dan perlindungan bagi negeri.

Baca Juga  ASN Berbagi di Ramadan: Sentuhan Kemanusiaan Sekda Rizal Marsaoly untuk Ringankan Beban ASN Jelang Lebaran

Sebagai penutup, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya tanah leluhur. “Ternate bukan sekadar wilayah administratif, tetapi tanah leluhur dengan sejarah gemilang dan nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan kita hingga hari ini,” pungkasnya.

Usai upacara, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Sekda menandatangani Peraturan Wali Kota tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Kota Ternate Nomor 2 Tahun 2025 tentang Hari Jadi Ternate, menandai komitmen hukum dan administratif dalam pelestarian budaya dan sejarah kota.

Baca Juga  Tampil di SAMURAI, Sekda Dr.H.Rizal Marsaoly : Pentingnya Kepemimpinan Responsif

Upacara HAJAT ke-775 ini menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Kota Ternate dan Kesultanan Ternate dalam menjaga warisan sejarah sekaligus membangun masa depan kota yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *