Mereka mengaku pemandangan ini tidak seperti biasanya dan memicu polemik yang menyasar isu Yahudi Israel.
“Kan biasanya atribut seperti sal yang digunakan menggantung di kedua bahu pendeta gereja GPM itu tertera gambar atau simbol salib dan tagline atau pesan damai “Ale Rasa Beta Rasa” tetapi sal yang dipakai pak Pendeta yang berdiri di samping Wakil bupati itu sangat mirip hanya logo simbol Yahudi”ujar sumber ini dengan gestur heran.
Mereka mengingatkan bahwa agama Yahudi sendiri bukan agama yang diakui resmi oleh negara dan secara konstitusional, haram hukumnya Indonesia berhubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu, sehingga tidak dibenarkan adanya bantuan dana untuk Yahudi di Indonesia.
Sumber lain mempertanyakan bantuan Pemda Hal-Sel dan pihak perusahan ini apakah murni untuk gereja atau ke Yahudi Israel.
“Ini Pemda halsel dan perusahan murni bantu gereja GPM Kawasi atau Yahudi Israel, itu uang rakyat halsel kalau untuk bantuan gereja atau rumah ibadah Kita sangat mendukung tetapi jika untuk Yahudi Israel itu tidak dibenarkan” tegasnya.
Mereka mengaku munculnya simbol yang sangat mirip simbol Yahudi di wilayah obi ini menimbulkan trauma atas kekejaman genosida oleh bangsa Israel, negara yahudi itu terhadap bangsa Palestina.








Komentar