“Pengalaman banyak daerah menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya tanpa harmoni sosial justru melahirkan kerentanan. Karena itu, harmoni dalam spektrum peradaban menjadi prasyarat utama bagi kesejahteraan yang berkelanjutan.”jelas ia.
Dr.Syahrir Ibnu menggarisbawahi bahwa SARUMA FEST 2025 mengingatkan kita bahwa membangun daerah berarti menenun relasi sosial, merawat keberagaman, dan menyalakan harapan bersama. Di sinilah peradaban diuji—bukan oleh keragaman itu sendiri, tetapi oleh kemampuan kita mengelolanya secara adil dan berkelanjutan.
“SARUMA FEST bukan hanya milik Halmahera Selatan, tetapi menjadi cermin bagi Indonesia: bahwa dari pinggiran, bisa lahir pusat-pusat peradaban baru yang damai, inklusif, dan berdaya.”pungkasnya***








Komentar