“Beragama harus berke-manusiaan. Kehadiran agama di tengah masyarakat harus mampu menjawab persoalan, seperti kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan,” katanya. Ia menegaskan bahwa Kemenag akan terus mendukung pembangunan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, sebagai bagian dari pelayanan publik yang adil.
Puncak kehangatan perayaan terjadi saat Gubernur Sherly menyerahkan bingkisan Natal kepada para duda, janda, dan anak yatim piatu yang telah didata sebelumnya. Momen ini menjadi simbol nyata dari kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan.
Perayaan Natal ini digelar dengan dukungan penuh dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara sebagai panitia penyelenggara. Sejumlah pejabat pemprov, tokoh gereja, pimpinan organisasi, dan undangan lainnya turut hadir, menjadikan perayaan ini sebagai simbol persatuan dan harapan baru bagi Maluku Utara.
Natal di Maluku Utara tahun ini bukan sekadar perayaan, tetapi pernyataan: bahwa kasih, harapan, dan kemanusiaan adalah fondasi yang tak tergoyahkan dalam membangun masa depan bersama.***




Komentar