“Kami ingin memastikan bahwa setiap umat beragama di Maluku Utara merasakan kehadiran negara. Tapi kami juga butuh dukungan masyarakat agar program ini berjalan dengan baik,” tegasnya.
Perayaan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, yang menyampaikan pesan Natal dengan tema nasional PGI tahun ini: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Manuputty menyoroti krisis yang melanda institusi keluarga, mulai dari perceraian hingga jeratan pinjaman online yang menghancurkan stabilitas rumah tangga.
“Jika keluarga adalah aset bagi gereja dan bangsa, mengapa harus berantakan? Karena kurangnya komunikasi. Natal bukan sekadar memasang lampu, tetapi memancarkan harapan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keluarga adalah gereja kecil yang harus dibangun di atas fondasi iman dan kasih.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, H. Amar Manaf, mengingatkan pentingnya menjadikan agama sebagai kekuatan yang membebaskan dan memanusiakan.




Komentar