oleh

Festival Gastronomi—Ternate Bangkit dari Sejarah: Strategi Cerdas Wali Kota Tauhid Soleman Menjadikan Kota Rempah sebagai Pilar Pembangunan

-HEADLINE-922 Dilihat

Ternate, 23 Desember 2025. —- Di tengah keterbatasan sumber daya alam tambang, Kota Ternate justru menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam membangun masa depan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, kota yang pernah menjadi pusat kejayaan rempah dunia ini kini bangkit dengan strategi pembangunan berbasis sejarah dan budaya. Festival Gastronomi Ternate 2025 menjadi bukti nyata bagaimana “puing-puing” kejayaan masa lalu disulap menjadi fondasi ekonomi kreatif masa kini.

Baca Juga  Muslim Arbi Apresiasi BADKO HMI Malut “Haram”Kan Menteri ESDM Ke Bumi Moloku Kie Raha

Bertempat di Benteng Oranje, simbol kejayaan kolonial dan perdagangan rempah masa silam, Festival Gastronomy Ternate 2025 resmi dibuka sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775. Lebih dari sekadar festival kuliner, acara ini menjadi panggung strategis untuk mempertegas identitas Ternate sebagai Kota Rempah sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal melalui warisan budaya.

Baca Juga  Legislator PKS di Komisi XII Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pemenang Lelang Proyek Geothermal Talaga Rano, Hal- Bar.

Dengan mengusung tema “Perempuan dan Rempah”, festival ini menyoroti peran sentral perempuan dalam menjaga, mengolah, dan mewariskan kekayaan rempah Ternate dari generasi ke generasi. Konsep living museum yang diusung menjadikan festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga pengalaman edukatif dan emosional yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Ternate.

Baca Juga  Dai Muda Ini Nilai PT Ormat, Perusahan Zionis Yahudi Berinvestasi di Hal-Bar Harus Ditolak

Wali Kota Tauhid Soleman dalam sambutannya menegaskan bahwa gastronomi bukan sekadar urusan dapur, melainkan strategi pembangunan yang berakar pada identitas sejarah. “Gastronomi dan kuliner berbasis rempah adalah identitas sejarah kita. Festival ini tidak hanya mempromosikan makanan lokal, tetapi menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif, UMKM, dan promosi pariwisata yang bertumpu pada akar budaya Ternate,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *