Ternate, 27 November 2025 – Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kota Ternate memunculkan polemik di kalangan publik dan elite lokal, menyusul sorotan terhadap peran sentral Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM., yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah sekaligus Ketua PGRI Kota Ternate.
Sejumlah pihak menilai Rizal terlalu dominan dalam perayaan tersebut, mulai dari tampil di baliho hingga menjadi tokoh utama dalam berbagai kegiatan. Namun, sebagian warga justru mempertanyakan alasan di balik kegaduhan tersebut.
“Iya kalau Pak Rizal Marsaoly sebagai Sekda dan Ketua PGRI tampil dominan di perayaan HUT PGRI, apa yang salah? Kalau dia ketua, ya wajar dong tampil di baliho dan upacara,” ujar Ahmad, warga Kota Ternate, Kamis (27/11).
Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Ketua PGRI Kota Ternate, Wahda Umasohy, yang menilai kritik terhadap Rizal terlalu personal dan tidak proporsional. Ia merespons pernyataan Saiful Ahmad yang sebelumnya menyebut HGN 2025 “mati suri” akibat manuver Rizal Marsaoly.







Komentar