Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Faisal Badaruddin, menjelaskan bahwa wacana yang berkembang bukanlah pemotongan gaji, melainkan pemotongan pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Skema ini akan dikaitkan dengan pemberian stiker retribusi tahunan kepada ASN yang memiliki kendaraan.
“Stiker itu digunakan dalam satu tahun. Tapi nanti akan diidentifikasi lebih dalam berapa jumlah kendaraan yang dimiliki ASN,” jelas Faisal.
Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa skema ini masih dalam tahap wacana dan akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD dan pihak terkait.
Menanggapi hal ini, Rizal Marsaoly tetap menekankan pentingnya pendekatan yang tidak menimbulkan beban psikologis maupun finansial bagi ASN. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir jangka panjang dan membangun sistem PAD yang kuat, transparan, dan berkeadilan.
“Peningkatan PAD itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan semangat dan kesejahteraan ASN. Kita harus cari solusi yang sistematis, adil, dan pro ASN,” tutup Rizal.








Komentar