Pemerintah Tegaskan Tak Ada Intervensi Asing
Menanggapi kritik tersebut, pemerintah menegaskan bahwa langkah pengambilalihan proyek Whoosh bukan bentuk tekanan asing, melainkan upaya restrukturisasi untuk menjaga stabilitas fiskal dan memastikan keberlanjutan proyek infrastruktur strategis nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa utang proyek Whoosh tidak akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebut pembiayaan proyek tetap menjadi tanggung jawab badan usaha yang tergabung dalam konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
“Tidak ada dana negara yang digunakan untuk menutup utang proyek Whoosh. Pemerintah hanya memastikan proses restrukturisasi berjalan transparan dan tidak mengganggu stabilitas fiskal,” ujar Purbaya, Jumat (7/11).
Sementara itu, pihak Danantara, holding BUMN yang menaungi KCIC menjelaskan bahwa pemerintah sedang menegosiasikan restrukturisasi pinjaman dengan China Development Bank (CDB), termasuk opsi perpanjangan tenor dan penyesuaian bunga pinjaman.
“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan proyek dan memastikan tidak ada beban tambahan bagi APBN,” tulis Danantara dalam keterangan resminya.
—










Komentar