oleh

TAJUK EDITORIAL : Tauhid Soleman dan Tanggung Jawab Sejarah Menghidupkan Marwah Kesultanan Ternate

-Editorial-687 Dilihat

Di tengah gelombang modernisasi yang sering kali menenggelamkan akar budaya dan nilai-nilai tradisi, langkah Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyerahkan satu unit mobil operasional kepada Kesultanan Ternate bukan sekadar kebijakan administratif. Ia adalah pernyataan sikap: bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh dibangun di atas kuburan sejarahnya sendiri.

Kesultanan Ternate bukan hanya lembaga adat atau warisan masa lalu, tetapi representasi dari jiwa kolektif masyarakat Ternate — tempat bersemayamnya nilai, moral, dan tata kehidupan yang telah membentuk karakter orang Ternate selama berabad-abad. Dalam konteks inilah, dukungan pemerintah terhadap Kesultanan menjadi simbol kebijakan yang tidak sekadar ritual, tetapi strategis dan penuh kesadaran sejarah.

Wali Kota Tauhid memahami bahwa membangun kota modern tidak cukup dengan infrastruktur dan teknologi. Ia membutuhkan fondasi nilai. Sebab, kota tanpa akar budaya hanya akan menjadi ruang hampa yang kehilangan arah. Melalui kebijakannya yang visioner, Tauhid menunjukkan keberanian untuk menempatkan budaya dan adat sebagai instrumen pembangunan yang sejajar dengan ekonomi dan politik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed