oleh

Rehabilitasi Ruang Kantor Gubernur 7 milyar dan Rumdis 8 M, Gubernur Sherly Dikritik dan Minta Diaudit.

-HEADLINE-1167 Dilihat

MALUKU UTARA—Selasa 21 oktober||Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali menuai sorotan tajam kalangan akademisi dan aktivis hukum.

Di tengah tekanan fiskal dan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp.7 miliar hanya untuk mempercantik ruang kerjanya di kantor gubernur Sofifi.Selain itu, Gubernur Sherly juga telah menggelontorkan dana sebesar 8 milyar untuk rehabilitasi rumah dinas Gubernur.Total dua item proyek untuk Gubernur Sherly ini mencapai 15 milyar lebih.

Baca Juga  LAGI ! PT.ORMAT DITOLAK, PRESIDEN PRABOWO DIMINTA BIJAK

Dr.Saiful Ahmad, akademisi dan pakar kebijakan publik menyesalkan sikap Gubernur Sherly tak punya sanse of crisis yang royal untuk kepentingan dirinya ditengah rakyat terhimpit ekonomi.Prilaku Sherly itu oleh Saiful tak senafas dengan nilai adat Moloku Kie Raha.
“Ya betul. Karena terkesan mubazir ditengah himpitan ekonomi dan jatuh ke gaya glamour itu bukan budaya masyarakat moloku kie raha”nilai dia.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Sementara Hardi Syamsi menilai Sherly tak punya kepekaan sosial
“Gub Malut Serly Laos Tidak Punya Kepekaan Sosial karena terkesan tidak merasakan jeritan rakyat ditengah himpitan ekonomi.” nilai Hardi.

“Mungkin Karna kebiasaan Tampil Di Medsos Jadi Dia Tidak Merasakan jeritan suara Rakyat yang Sementara Dalam Keadaan Kesusahan Akibat Dampak Ekonomi nasional yang Lagi Terpuruk”tandas praktisi hukum asa Malut di jakarta ini.

Baca Juga  Legislator PKS di Komisi XII Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pemenang Lelang Proyek Geothermal Talaga Rano, Hal- Bar.

Hardi menilai, mestinya Sherly menahan diri dengan skala prioritas belanja yang fakus pada belanja publik yang bisa berdanpak luas bagi rakyat Maluku utara bukan sebaiknya.

“Lagian Pemerintah Pusat lagi Lagi Melakuakan Efisiensi Angaran Seharusnya Gub Maluku Malut Harus Punya Skala Prioritas, Bukan Untuk Gagahan-gagahan”tukas di.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *