oleh

PKS “Tolak” Kebijakan Digitalisasi Pendidikan di Maluku Utara: “Bangku dan Papan Tulis Saja Masih Rusak”

-Malut-491 Dilihat

Is Suaib menutup pernyataannya dengan nada reflektif:

“Jangan kita bicara sekolah digital kalau atap bangku sekolah saja masih rusak  dan atapnya bocor. Bicara kualitas itu banyak faktor. Pendidikan gratis itu bagus, tapi harus juga berkualitas. Dan kualitas tidak mungkin lahir dari sekolah yang rusak.”

Sikap politik ketua DPW PKS Provinsi Maluku utara ini menandai munculnya kritik serius terhadap arah kebijakan pendidikan Pemprov Maluku Utara yang dinilai lebih menonjolkan citra modernisasi dibanding pemecahan persoalan mendasar di lapangan. Bagi PKS Malut, pembangunan pendidikan sejati dimulai dari membangun ruang belajar yang manusiawi terlebih dahulu bukan dari menjejalkan teknologi pada sistem yang belum siap.

Baca Juga  DPD Dapil Lampung Saja Tolak PT.Ormat di Halbar, Publik Pertanyakan : Bagaimana Dengan DPRD dan DPR, DPD Dapil Malut

”saya kira demikian”tutup Hi.Is Suaib, Ketua DPW PKS Malut sekaligus ketua fraksi PKS DPRD Malut.

Tangapan Pemprov: Digitalisasi sebagai Strategi Modernisasi

Menanggapi kritik ini, sumber internal di Pemprov mengungjapkan bahwa Gubernur Sherly Tjoanda menyatakan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari strategi lebih luas yaitu pemerataan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed