Tambahan dana itu tidak kecil — sekitar Rp2,3 miliar. DAK fisik senilai Rp1,498 miliar akan digunakan untuk rehabilitasi dan renovasi balai penyuluh KB di kecamatan serta pengadaan kendaraan operasional penyuluh. Sementara DAK nonfisik sebesar Rp905 juta difokuskan pada penguatan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Bagi Rajman, tambahan dana ini bukan sekadar bonus atas prestasi, melainkan tanggung jawab baru untuk memperluas jangkauan pelayanan KB hingga ke pelosok. “Kami ingin setiap keluarga di Ternate mendapatkan layanan yang mudah diakses dan berkualitas,” katanya.









Komentar