Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memandang KB hanya dari sisi medis, bukan sosial dan ekonomi. Padahal, ketika jarak kelahiran anak diatur dengan baik, ibu memiliki waktu untuk memulihkan diri, orang tua bisa mempersiapkan pendidikan anak dengan lebih matang, dan kesejahteraan keluarga dapat meningkat.
Upaya DPPKB Ternate dalam memaksimalkan pelayanan hingga ke pelosok harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Tanpa partisipasi publik, berbagai program, sebaik apa pun perencanaannya, hanya akan berhenti di atas kertas.
Redaksi meyakini, keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari jumlah akseptor baru, tetapi dari perubahan cara berpikir masyarakat: dari sekadar “ikut KB” menjadi “berencana untuk masa depan.”








Komentar