oleh

Dari Desa Tua ke Ecovillage: Warisan Gagasan Muhammad Kasuba dan Komitmen HARITA Nickel Membangun Kehidupan Baru Kawasi

Rumah-rumah sehat dan tertata rapi dengan jaringan listrik 24 jam.

Fasilitas ibadah untuk umat Muslim dan Kristen.

Sekolah lengkap dari PAUD hingga SMA, serta Puskesmas modern dengan tenaga medis siaga.

Aula pertemuan, pusat olahraga, lapangan tenis, dan gym.

Dermaga ekonomi untuk mendukung aktivitas ekspor dan logistik masyarakat.Program pertanian dan perikanan berkelanjutan melalui pelatihan bersama petani lokal di “Salam Kawasi”.

Baca Juga  Peduli Korban Banjir Desa Yaba, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik Bahan Bangunan

Relokasi ini bukan sekadar pemindahan fisik, tetapi rekayasa sosial menuju kehidupan yang lebih layak dan berkelanjutan. Desa Kawasi kini bukan lagi “desa lingkar tambang”, melainkan komunitas mandiri dengan kualitas hidup setara kota kecil berstandar internasional.

Hilirisasi dan Tanggung Jawab Sosial: Dua Sisi Satu Visi

HARITA Nickel dikenal sebagai pionir hilirisasi industri tambang di Indonesia. Di Pulau Obi, perusahaan ini mengoperasikan tambang dan pabrik pemrosesan nikel terintegrasi yang menggunakan dua teknologi unggulan:

Baca Juga  Dari Simulasi hingga Terjun ke Lokasi, Harita Nickel Padukan Edukasi dan Aksi Nyata Penanganan Bencana

Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) untuk nikel saprolit, dan High Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk nikel limonit berkadar rendah.

Teknologi HPAL yang digunakan HARITA menjadikan perusahaan ini pionir nasional dalam mengolah nikel kadar rendah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), dan kemudian menjadi Nikel Sulfat (NiSO₄) — material utama baterai kendaraan listrik.Dengan demikian, HARITA bukan hanya mendukung agenda hilirisasi pemerintah, tetapi juga membawa Pulau Obi masuk ke dalam rantai pasok energi dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *