Pelabuhan yang dulunya menjadi pusat aktivitas warga pesisir itu, kini akan dihidupkan kembali untuk menyambungkan rantai ekonomi antara pasar, nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil. Menurut Bassam, pembangunan fisik tanpa fungsi sosial-ekonomi hanyalah monumen; karenanya, pelabuhan Babang harus kembali berdenyut bersama kehidupan masyarakat.
Bupati termuda di Maluku Utara itu juga memerintahkan perbaikan pelabuhan semut, jalur bersandar perahu kecil agar warga dari pulau-pulau sekitar bisa langsung menjual hasil tangkapan dan dagangannya di kawasan Pasar Babang.
“Target saya, paling lambat Desember Pasar Babang sudah bisa diresmikan dan langsung difungsikan,” ujarnya penuh optimisme.








Komentar