oleh

Aspal dan Nikel: Ketika Jalan Publik Menjadi Jalur Kekuasaan di Maluku Utara

-Uncategorized-1897 Dilihat

Di sebuah kantor pemerintahan provinsi, angka-angka pertumbuhan ekonomi sering dibentangkan di layar proyektor: dua digit, lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Investasi tambang meningkat, pembangunan infrastruktur berjalan, Maluku Utara makin maju,” begitu narasinya. Tapi di balik angka itu, ada cerita lain yang jarang terlihat, cerita tentang bagaimana kekuasaan politik dan bisnis keluarga berbelit menjadi satu, sementara warga lokal dan lingkungan harus membayar harganya.

Baca Juga  POLEMIK UANG SANTUNAN KORBAN SPEEDBOAT BELLA 72 MENYERET NAMA LAIN

Gurita Bisnis Keluarga Tjoanda-Laos

Nama Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, kini tidak hanya dikenal sebagai kepala daerah.JATAM, NGO yang konsen pada isu pertambangan  mengungkapkan, Ia juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dan pengurus aktif sejumlah perusahaan tambang, hasil warisan bisnis mendiang suaminya, Benny Laos. Dari PT Karya Wijaya di Gebe dan Halmahera, PT Bela Kencana, hingga PT Indonesia Mas Mulia, jaringan keluarga Tjoanda-Laos menguasai ribuan hektare konsesi nikel, emas, tembaga, dan pasir besi.

Baca Juga  Koleksi HIV AIDS Tertinggi Se Malut, Bupati Hal-Sel Bassam Kasuba Diminta Lebih Tegas Menjalankan PERDA

Pada akhir 2024, saham mayoritas PT Karya Wijaya berpindah kepadanya (71%), sementara tiga anaknya masing-masing memegang 8%. Pergeseran ini menandai fase baru dalam pengendalian bisnis keluarga, bertepatan dengan momentum politik menjelang Pilgub. Kepemilikan silang dan integrasi perusahaan memperlihatkan strategi yang matang untuk mempertahankan kendali ekonomi melalui kekuasaan politik.

Proyek Jalan Trans Halmahera Ekor-Subaim-Kobe

Salah satu titik paling kritis adalah proyek ruas Jalan Trans Halmahera, khususnya jalur Ekor–Subaim–Kobe, yang kini mendapat perhatian luas. Secara resmi, jalan ini dikatakan untuk menghubungkan kawasan terpencil dan memperlancar mobilitas masyarakat. Namun peta konsesi PT Karya Wijaya memperlihatkan kenyataan lain: jalan ini melewati titik-titik strategis tambang nikel milik keluarga Tjoanda, mempermudah logistik alat berat dan distribusi mineral.

Baca Juga  INFO GRES ! DPP Partai Golkar Kabarnya Ganti Alien Mus Dari Pucuk Pimpinan DPD Golkar Malut - Siapa Penggantinya?

Analisis menyoroti tiga hal:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *