HEADLINE

Perusahan Mitra PT.NHM Ini Dituding Pembohong Oleh Karyawan nya.

Puluhan karyawan yang hak mereka hingga kini belum dibayarkan menuding PT. NNU yang dipimpin Rindu Putri adalah pembohong.

 

PIKIRAN UMMAT.Com—TERNATE||Setelah beberapa bulan menanti dan belum ada kejelasan mengenai pembayaran hak pekerja, Puluhan karyawan PT. Nebesa Nusantara Utama (NNU) kembali menagih janji kepada pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang chief maintanance, mitra bisnis PT. NHM Gosowong.

Salah satu karyawan Nebesa yang enggan namanya diberitakan menyampaikan kekesalan mereka terhadap sikap PT. NNU. Pasalnya, hingga saat ini hak puluhan 31 pekerja belum juga diselesaikan oleh Nebesa.

“Sejauh ini tidak ada lagi respon dari pimpinan -pimpinan Nebesa. Kami berharap, pembukaan cabang perusahaan Nebesa di Bali bernama Balikopter keberadaanya dapat menangani kendala kami. Realitanya malah terbalik. Dan kata Pak. Saiful, Nebesa di Bali sudah tutup. Padahal masih berjalan aman dan lancar,” ungkap karyawan Nebesa yang bertugas sebagai Landscaping.

Puluhan karyawan yang hak mereka hingga kini belum dibayarkan menuding PT. NNU yang dipimpin Rindu Putri adalah pembohong. “Kami rasa bukan cuma dibohongi, tapi kami merasa dibodohi. Kami sudah kerja tapi hak-hak kami belum dibayar. Padahal bulan Maret kemarin sempat ada harapan besar dari Kami (pekerja) karena salah satu pimpinan Nebesa menyampaikan lewat group kerja bahwa minggu depan NHM akan membayar invoice Nebesa. Tapi buktinya, sampai detik ini tidak ada kejelasan pasti soal hak-hak kami,” kesal karyawan seraya mengatakan jumlah tunggakan yang harus dibayar Nebesa kepada karyawan berfariasi di 5 dan 6 bulan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Utara, Ir. Jeffry R. Hoata S. Pi, MH pun ikut menyikapi prahara ekonomi sosial puluhan buruh swasta tersebut.

Menurutnya, Perusahaan Nebesa tidak bisa menjadikan pelunasan jasa tagihan dari NHM sebagai alasan pembayaran hak karyawan. Pasalnya, yang memiliki ikatan dan hubungan kerja bukanlah NHM, perusahaan emas terbesar di Maluku Utara melainkan dengan PT. NNU.

“Kami juga mengingatkan kepada perusahaan Nebesa segera membayar hak karyawan. Yang menjalin hubungan kerja bukan NHM, melainkan Nebesa,” tegas Jefrry.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halut juga berencana membuat anjuran untuk proses pengaduan sesuai dengan amanat UU No. 2 Tahun 2004 Tentang Perselisihan Hubungan Industrial sebagai syarat formil untuk karyawan mengajukan gugatan jika tidak tercapai kesepakatan.

“Ada Tahapannya. Karena NHM ada Serikatnya, maka diberikan kesempatan masalah ini keserikat untuk melakukan perundingan secara Bipartit dengan manajemen perusahaan. Jika tidak terdapat kesepakatan maka serikat dapat mencatatkan perselisihan itu ke Disnaker sehingga kami dapat memediasi hal ini kurun waktu 30 hari,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Nebesa Nusantara Utama, Rindu Putri lagi-lagi bungkam saat dihubungi media ini via telepon seluler (whatsapp) guna memgkonfirmasi tentang tuntutan puluhan karyawannya yang hingga kini hak mereka belum diterima.

Rindu Putri juga tidak merespon tudingan para pekerja yang menyebutkan PT. Nebesa Nusantara Utama adalah Pembohong karena tidak menepati janji mereka untuk melunasi kewajiban perusahaan terhadap pekerja.(dir)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *