TERNATE — Video viral seorang kakek di Halmahera Selatan mengeluhkan cucunya gagal masuk Sekolah Rakyat karena terkendala status administrasi mengundang keprihatinan. Kisah itu akhirnya ditindaklanjuti Ketua AMPP-TOGAMMOLOKA Maluku Utara, Muhammad Iram Galela, yang rela menempuh puluhan kilometer menembus hutan dan pesisir untuk bertemu langsung.
Dalam video yang beredar 6 Agustus 2026, Latif Yusuf, kakek paruh baya asal Desa Batulak, Kecamatan Gane Barat Utara, Halmahera Selatan, dengan jujur menyampaikan keluh kesahnya. Cucunya, Jahir Hayatu, gagal bersekolah di Sekolah Rakyat Sofifi karena status Latif disebut tidak masuk kategori “miskin ekstrim”.
Tempuh Puluhan Kilometer Temui Tete Latif
Merespons aspirasi itu, Iram Galela bersama Nafiar Kuthani berangkat jauh dari Kota Ternate menuju pesisir Halsel.
“Menanggapi aspirasi yang datang jauh di pesisir Halmahera Selatan tepatnya di desa Batulak Kec. Gane Barat Utara saya berinisiatif datang tempuh puluhan kilo meter menelusuri hutan dan pesisir daratan negeri sarumah bertemu dengan tete Latif,” ujar Iram, Kamis 14 Agustus 2026.









Komentar