Oleh : Ismail Ibrahim, S.Sos, M.Sos/Alumni S-2 Universitas Jenderal Sudirman
SEBUAH buku bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan rekaman “jejak intelektual” yang melampaui dinding kelas.
Hal itulah yang terpancar dari karya berjudul “Ruang Kelas, Dosen, dan Pedagogis Kesadaran Kewarganegaraan”.
Buku ini merupakan sebuah antologi pemikiran “goresan pena”—dari para mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta.
–000–
Sinergi Akademis dan Humaniora
Membaca judulnya, ada sesuatu yang unik di sini.
Mahasiswa Kedokteran, yang biasanya berkutat dengan anatomi dan patologi, diajak untuk masuk ke dalam diskursus kewarganegaraan.






Komentar