oleh

Editorial: Ambulans Laut, Dari Laut Ternate, Sebuah Harapan Bernama Kesetaraan

-Editorial-545 Dilihat

Ketika ambulans laut itu berlabuh di Pelabuhan Residen Ternate pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025, yang tiba bukan sekadar sebuah kapal dengan cat putih dan sirine medis. Yang berlabuh adalah sebuah ide besar tentang kesetaraan, gagasan bahwa warga pulau terpencil berhak memperoleh layanan darurat secepat warga yang tinggal di tengah kota.

Kita sering melupakan satu fakta sederhana: Ternate bukan sekadar kota, tapi gugusan pulau-pulau yang hidup di antara ombak dan arus laut. Maka, bagaimana mungkin sistem layanannya dibangun hanya untuk daratan? Pertanyaan ini kini dijawab oleh Pemerintah Kota Ternate melalui kehadiran ambulans laut, langkah kecil dengan konsekuensi besar bagi masa depan layanan publik di wilayah kepulauan.

Langkah ini tak hanya patut diapresiasi, tapi juga menandai perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah. Di bawah kepemimpinan Walikota Dr.HM.Tauhid Soleman-Nasri Abubakar Pemkot Ternate tampak memahami bahwa keberlanjutan kota bukan hanya soal infrastruktur jalan, tetapi juga bagaimana laut menjadi ruang pelayanan publik yang hidup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *