Bantuan ini bukan dari pos anggaran formal, melainkan hasil kolaborasi dan keikhlasan ASN. Paket sembako dihimpun melalui gerakan “ASN Ternate Peduli” yang diinisiasi Rizal, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKPSDM.
“Melalui ASN Ternate Peduli, kami ingin membantu meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya para lansia yang terdampak kebakaran di TPA Buku Deru-Deru,” ujar Rizal.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok: beras, gula, minyak goreng, dan mie instan. Penyaluran dilakukan melalui Puskesmas agar tepat sasaran sesuai data penerima yang terdampak langsung kabut asap.
Menurut Rizal, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada urusan pemadaman api saja. Ada dampak turunan yang lebih luas yang harus diperhatikan.
“Selain pemadaman, dampak sosial dan kesehatan, termasuk dampak ekonomi masyarakat, juga harus kita perhatikan,” tegasnya.









Komentar