Sebagai daerah kepulauan, Malut selama ini dikenal kuat di cabang tradisional dan olahraga air. Kini, dengan hadirnya IBCA MMA, peta pembinaan meluas. Anak-anak muda di Ternate, Tidore, Halmahera hingga Kepulauan Sula punya arena baru untuk menyalurkan energi dan bakat bela diri.
Sekretaris Jenderal PP IBCA MMA Maraden Lumbantoruan yang mengikuti secara Zoom menilai Malut punya modal besar: semangat juang dan postur atlet yang cocok untuk MMA amatir.
TARGET JELAS: EMAS PON
MMA memang baru di Malut. Karena itu Rizal tidak ingin buru-buru. Langkah pertama: benahi organisasi, lalu bangun pembinaan berjenjang.
“Kami memiliki semangat yang sama untuk membangun olahraga bela diri campuran amatir ini agar berkembang pesat di Maluku Utara. Target kami adalah melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi hingga menyumbangkan medali emas pada PON,” tegasnya.
Target itu bukan isapan jempol. Wagub Sarbin Sehe dalam sambutannya mendorong IBCA MMA menjadi cabang unggulan baru. “Jadikan ini lumbung prestasi Maluku Utara,” pesannya.
Visi itu mendapat angin segar. Dengan jaringan pemerintah daerah yang dimiliki Rizal, pembinaan diharapkan bisa cepat menjangkau 10 kabupaten/kota. Sasana latihan, pelatih bersertifikat, hingga seleksi atlet usia dini masuk dalam agenda kerja awal.









Komentar