Puncak kegiatan adalah General Lecture yang menghadirkan Dr. Nur Atiqah Jalaludin, dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Dengan tema _“Empowering Future Learners through STEM Education and Problem-Based Learning”_, Dr. Nur Atiqah menekankan bahwa pendekatan STEM dan PBL adalah kunci membentuk pembelajar masa depan yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan abad 21.
“Di tengah Kurikulum Merdeka dan tuntutan IKU PT, pendekatan STEM dan PBL adalah jawaban untuk melahirkan guru matematika yang tidak hanya bisa mengajar rumus, tetapi bisa melatih siswa berpikir kritis dan menyelesaikan masalah nyata,” jelas pemateri.
Kehadiran dosen dari Malaysia juga diharapkan memicu semangat riset dan publikasi internasional bagi dosen dan mahasiswa S1 maupun S2 Pendidikan Matematika.
Tes Diagnostik dan Penguatan Konsep Dasar
Pada sesi Tes Diagnostik Kemampuan Awal Matematika, mahasiswa baru S1 mengerjakan 20 soal essay materi SD hingga SMA. Tes ini bertujuan memetakan pengetahuan dasar mahasiswa agar prodi bisa merancang program remedial atau penguatan yang terarah.
“Matematika tersusun secara hirarki. Jika fondasi SD-SMA rapuh, maka kuliah Kalkulus dan Aljabar Linear akan jadi kendala,” ujar panitia.














Komentar