Menghadapi Indonesia Emas 2045, *Tauhid* mengajak lulusan baru melakukan pergeseran paradigma. Generasi muda diminta tidak pasif menunggu kerja, tapi aktif menciptakan peluang.
“Ubah pertanyaanmu! Jangan lagi bertanya ‘Di mana saya bisa mendapatkan pekerjaan?’, tetapi berpikirlah ‘Masalah sosial apa yang bisa saya selesaikan?’. Bangsa maju bukan karena banyaknya pencari kerja, melainkan karena melimpahnya pencipta peluang,” tegasnya.
Pemkot Ternate mendorong pemanfaatan potensi blue economy, pariwisata warisan budaya, industri olahan rempah, kosmetik herbal, hingga ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Strategi transformasi dijalankan melalui pola kerja sama Hexahelix : Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Media, dan Aggregator Platform. Fokusnya pada 4 basis ekonomi kreatif: Seni & Budaya, Inovasi, Teknologi, dan Media melalui langkah Connect, Collaborate, Commerce/Celebrate.
LIMA PESAN UNTUK LULUSAN
Menutup orasi, *Tauhid* menitipkan lima pesan:
1. Jangan Takut Bermimpi Besar
2. Jangan Berhenti Belajar
3. Gunakan Ilmu untuk Manfaat
4. Jadilah Pencipta Solusi
5. Jadilah Generasi Penentu 2045
“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari daerah. Bukan tempat asal yang menentukan masa depan seseorang, tetapi visi, kerja keras, dan kontribusinya bagi bangsa,” tutup Wali Kota Ternate dua periode itu.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional antara lain Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, serta sejumlah kepala daerah lainnya.









Komentar