Ini mazhab yang kontra Argentina, Jalur konspirasi yang selalu hidup tiap 4 tahun sekali.
Golongan ini percaya: sepakbola tidak selesai di 2×45 menit + 2×15 + adu penalti. Ada faktor non-teknis. Ada politik. Ada skandal.
Buktinya? “Privilege Messi”.
Lihat saja: Messi mewnggar tidak dapat free kick. Bola kena tangan tapi bukan handball. Wasit seolah punya “kode” khusus untuk La Pulga.
Konon *Presiden FIFA Gianni Infantino* sudah menargetkan Messi cs juara. Kenapa? Konon Messi adalah aset FIFA : bagaimana semakin membumikan sepak bola untuk terus menjadi industri yang menggiurkan.
Jejak digital membuktikan : betapa Argentina in taget Juara Dunia.
Peesiden FIFA, Giano Infantino diwawancarai jurnalis usai pertandingan Argentina melawan Tanjung Varde : Bagaimana menurut Presiden ? Apa yang dijawab Giani ? “Saya menderita bersama Argentina”, sebuah pernyataan yang menggambarkan bagaimana sikap Presiden FIFA ini kepada Argentina.Belakangan Statemen itu ia ralat namun terlanjut viral.
Dibuktikan juga dari bagan: Argentina ketemu lawan “ringan” dari tim debutan seperti *Cape Verde* dan *Mesir* di 8 besar.
Sementara raksasa lain: *Prancis, Portugal, Belanda, Jerman, Spanyol* sudah saling bunuh sejak 32 besar.
“Big Boss FIFA tidak mau taruhan. Dia mau final indah: Messi vs Dunia,” kata kaum COD ini.
3. JALUR MANUSIA: “SELAMA ADA MESSI”
Ini jalur paling logis. Jalur statistik.
Faktanya pahit: *Tanpa Messi, Argentina mungkin sudah pulang di fase grup.
Di penyisihan grup, tidak ada 1 gol pun dari Argentina selain dari kaki Lionel Messi.
Lautaro Martinez dan Julian Alvarez? Nol gol sampai 16 besar.
Sekarang Messi sudah mengemas 7 gol dan bertengger di puncak top skor bareng Mbappe.Dia ruhnya Argentina. Dia sistemnya Argentina. Dia napasnya Argentina.
Maka misi ke-3 ini punya 1 kunci mutlak: Messi jangan cedera agar bisa mengemong Argentina sampai merengkuh tropi emas Piala Dunia.









Komentar