Pesan ke Pengambil Kebijakan
Sofyan mendorong Pemprov berpikir ulang. Di tengah keterbatasan anggaran, setiap Rp100 miliar harus dihitung dampaknya terhadap PAD, pertumbuhan, dan kesejahteraan rakyat.
“Anggaran pemerintah terbatas. Pemimpin yang mampu mengelola akan cukup. Pemimpin yang gagal mengelola akan berutang dan membayar bunganya,” pungkasnya.
Hingga saat ini Pemprov Malut belum merinci peruntukan pinjaman Rp1 triliun dan kajian kelayakan termasuk proyeksi pembayaran bunga 7% per tahun tersebut.**









Komentar