Ia mempertanyakan komitmen pemerintah pusat dalam memberikan pendukungan yang riil, baik dari sisi promosi internasional maupun stimulus pendanaan, agar program tersebut tidak hanya menjadi beban bagi pemerintah daerah dan panitia penyelenggara.
“Dengan lambatnya serapan promosi di pusat, apakah event di perbatasan ini sekadar diberi ‘Label KEN’ lalu panitia lokal dilepas berdarah-darah mencari sponsor sendiri?” tanyanya dengan tegas.
Izzuddin mendesak Kemenpar untuk segera mengurai hambatan birokrasi dan mencairkan pendukungan promosi agar agenda pariwisata daerah dapat berjalan optimal dan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat setempat.***









Komentar