oleh

Obrolan Sabtu Seru “Obor Rakyat Reborn” Membakar Kebekuan Kecerdasan Aktivis

-Jakarta-342 Dilihat

JAKARTA – Diskusi panas bertajuk “JK Efek dan Nasib Trah Jokowi 2029” mewarnai Obrolan Sabtu Seru edisi kedua Obor Rakyat Reborn di Tjikko Koffee, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).

Diproduksi oleh Produser Eksekutif Margi Syarif, acara yang mengusung tagline “Mengalir Sampai Jauh” menghadirkan empat narasumber: praktisi hukum Achmad Khozinuddin, pengamat politik Prof. Lely Ariani, eks penasehat spiritual Presiden Jokowi Sri Eko Sriyanto Galgendu, dan Ketua DPP PA GMNI Budiyanto Tarigan. Diskusi dipandu host sekaligus Pemred Obor Rakyat Reborn, Setiyardi Budiono.

Baca Juga  Indonesia Perlu Ada Yayasan atau Foundation Penyandang Dana Untuk Seniman, Budayawan dan Kaum Intelektual Serta Penulis

“JK Efek”: Adu Domba atau Strategi Politik?

Budiyanto Tarigan membuka pembahasan dengan membedah pidato Jusuf Kalla di UGM melalui kacamata politik aliran nasionalis, sosialis, dan agama.

Menurutnya, pemenggalan isi ceramah JK oleh Ade Armando yang kemudian diperkeruh oleh Grace Natalie dan Abu Janda, merupakan upaya untuk mendulang dukungan umat Islam menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga  Besok, Mahasiswa Se-Jabodetabek Akan Kepung HI dengan Lima Tuntutan

“Ini upaya mencuri suara dan dukungan dari umat Islam untuk mendongkrak posisi partai politik agar bisa menang di 2029. Jadi jelas terkait juga dengan permintaan JK agar Joko Widodo menunjukkan ijazahnya agar kegaduhan yang sudah sangat memuakkan,” ujar Budianto.

Achmad Khozinuddin menilai pemenggalan pidato JK itu sebagai blunder bagi PSI. Ia menyebut pelaporan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya terkesan hanya untuk mengesankan kasusnya biasa-biasa saja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *