Muksin Thalib memulai langkahnya sebagai general kontraktor 30 tahun lalu. Di tengah gempuran persaingan usaha jasa konstruksi yang membuat banyak pemain tumbang, Muksin justru bertahan dan berekspansi. Reputasinya sebagai pengusaha tangguh dan tahan banting mulai diperhitungkan di Ternate dan sekitarnya.
Tak berhenti di konstruksi, putra mantan politisi Partai Golkar di Pulau Makian ini melebarkan sayap ke sektor energi. Ia dipercaya mengelola distribusi BBM untuk kebutuhan PLN di Kota Ternate.
Bermitra langsung dengan PLN, Muksin mempekerjakan puluhan karyawan tetap dan memiliki beberapa armada mobil tangki berkapasitas 5–10 ton untuk menyuplai BBM ke pembangkit listrik Ternate.
Visi KADIN sebagai “Rumah Besar” Pengusaha
Kalangan pengusaha menilai Muksin bukan hanya pebisnis yang lihai mencari peluang, tapi juga punya visi jangka panjang. Banyak yang percaya ia mampu mewujudkan KADIN Maluku Utara yang kuat sebagai ekosistem tumbuh kembang pengusaha daerah, bukan sekadar kendaraan untuk mendekati proyek pemerintah.
“Kami cermati perjalanan Muksin sebagai pengusaha. Dia tahan banting dan punya ambisi menjadi pengusaha besar. KADIN butuh pemimpin yang ambisius untuk membawa KADIN Malut sebagai rumah besar pengusaha Malut, bukan pemimpin yang hanya cari proyek di Pemda,” ujar salah satu sumber di kalangan pengusaha Malut.















Komentar