oleh

Budaya Rente dalam Politik Balas Jasa dan Saling Sandera Menyandera

Oleh: Jacob Ereste

Politik balas jasa dan politik sandera menyandera adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Nilai tukarnya identik: membelenggu. Siapa saja yang memegangnya seperti menggenggam granat—siap meledak kapan saja jika salah sentuh. Ia tidak hanya melukai pemegangnya, tapi juga menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya.

Baca Juga  NYAWA DALAM KATA : (Diplomasi Identitas dan Kepulangan Lidah Leluhur)

Politik balas budi bekerja melalui tekanan psikologis. Hutang budi yang belum lunas menjadi hantu yang mengikuti setiap langkah. Ia memaksa keputusan politik tidak lagi diukur oleh kepentingan publik, tapi oleh siapa yang pernah memberi jalan, modal, atau dukungan. Sementara politik sandera bekerja dengan ancaman. Data, rahasia, atau skandal disiapkan sebagai amunisi untuk menjerat lawan maupun kawan. Begitu dikehendaki sang pengendali, aib itu bisa dibuka kapan saja.

Baca Juga  Puzzle Perdamaian Di Rimba Pala Patani

Inilah dilema laten yang hari ini dipertontonkan di depan publik. Politik, ekonomi, bahkan kebudayaan kita seperti ikan lele di penggorengan—digoreng setengah matang, lalu disimpan untuk santapan berikutnya. Tidak ada kejelasan, yang ada hanya strategi menahan dan menunda agar posisi tawar tetap menguntungkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *