Aksi yang dimulai ba’da ashar hingga menjelang magrib itu dihadiri sejumlah tokoh: Merry dari Lampung, Wuri dari Solo, Wati Salam dari Aspirasi Indonesia Jakarta, Marwan Batubara, Mayjen (Purn) Soenarko eks Danjen Kopassus, Sri Eko Sriyanto Galgendu selaku Pemimpin Spiritual Nusantara, Prof. Sri Bintang Pamungkas, Prof. Afandi Arsyad dari Bogor, hingga Bambang Tri yang menyampaikan orasi singkat. “Perjuangan kawan-kawan kaum pergerakan harus terus dilakukan,” tegas Bambang.
*“Operasi Kodok”: Pecah Belah dari Dua Alam*
Refli Harun, yang disebut sebagai tokoh pemersatu tim pemburuan ijazah, hadir menjelang acara usai. Dalam orasi singkatnya, ia mengingatkan bahaya “Operasi Kodok” yang disebut makin gencar dari pihak seberang.
Sri Eko Sriyanto Galgendu menjelaskan istilah itu: “Operasi Kodok adalah upaya memecah belah, seperti perilaku kodok yang hidup di dua alam, identik dengan dua kaki. Berisik dan mengorok untuk mengganggu ketenteraman orang lain. Tabiat kodok itu selalu lompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain, mencari aman bagi dirinya sendiri.”








Komentar