oleh

Kulit Pisang Bawa Emas — Sekda RCR Bangga : Dua Siswi SMAN 2 Haltim Raih Gold Award di Terengganu Science Fair 2026

Ricky menjelaskan, biomulsa racikan Wibi dan Namira menggunakan pati singkong sebagai pengikat. Keunggulannya jelas dibanding mulsa plastik: ramah lingkungan, mudah terurai alami, sekaligus memperbaiki kualitas tanah di sekitar akar pala.

Riset dari Daerah, Diakui Global

Guru pembimbing, Kaspia, mengaku terharu melihat ketekunan anak didiknya. “Keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia,” katanya. “Inovasi ini solusi konkret bagi petani pala. Menang di ajang internasional dengan tema keberlanjutan lingkungan membuktikan riset anak bangsa diakui secara global.”

Baca Juga  Dari Lab Sekolah ke Panggung Dunia: Kisah Wibi & Namira, Siswi Haltim Penakluk Terengganu Science Fair 2026

Kepala SMAN 2 Haltim, Syamsulrijal A. Gani, menegaskan komitmen sekolah mendorong budaya riset. “Kami akan terus memupuk ekosistem inovasi agar lahir bibit-bibit peneliti baru dari Maluku Utara,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *