Ricky menjelaskan, biomulsa racikan Wibi dan Namira menggunakan pati singkong sebagai pengikat. Keunggulannya jelas dibanding mulsa plastik: ramah lingkungan, mudah terurai alami, sekaligus memperbaiki kualitas tanah di sekitar akar pala.
Riset dari Daerah, Diakui Global
Guru pembimbing, Kaspia, mengaku terharu melihat ketekunan anak didiknya. “Keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia,” katanya. “Inovasi ini solusi konkret bagi petani pala. Menang di ajang internasional dengan tema keberlanjutan lingkungan membuktikan riset anak bangsa diakui secara global.”
Kepala SMAN 2 Haltim, Syamsulrijal A. Gani, menegaskan komitmen sekolah mendorong budaya riset. “Kami akan terus memupuk ekosistem inovasi agar lahir bibit-bibit peneliti baru dari Maluku Utara,” ujarnya.














Komentar