oleh

DARI RUANG KELAS KE BAITULLAH : KHIDMAH MUSLIMAT DI TANAH SUCI


Ia tidak berada di menara gading kampus, namun turun langsung ke padang gersang untuk menjadi pelayan.

Di sana, di bawah langit Makkah yang suhunya bisa mencabik ketahanan fisik, ia akan memerankan banyak wajah sekaligus.

Sebagai seorang petugas tamu Allah, seorang dosen yang menenangkan dengan ilmu, dan seorang ibu bagi ribuan jamaah yang memandangnya sebagai teladan.

Baca Juga  Budaya Rente dalam Politik Balas Jasa dan Saling Sandera Menyandera

​Perjalanannya besok bukan sekadar perjalanan dinas petugas haji. Ini adalah “hijrah kecil” untuk mempraktikkan apa yang selama ini ia ajarkan di ruang-ruang kelas UIN Ternate tentang kemanusiaan.

-000-

Dalam perspektif sosiologi, Dr.Rosita Alting sedang mengonversi “cultural capital” atau modal budayanya sebagai tokoh perempuan NU menjadi energi pengabdian.

Ia tahu betul bahwa di tengah jutaan jamaah, yang dibutuhkan bukan hanya obat-obatan fisik, tapi juga sentuhan spiritual dan ketenangan batin.

Baca Juga  Catatan Om Pala : Presiden, Konstitusi, Nusantara Satu Harga, dan KMP

​Kita bisa membayangkan, di sela-sela kepadatan jadwal di Makkah atau di dalam tenda-tenda Mina yang sesak, ia akan menjadi salah satu yang menjadi jangkar bagi mereka yang goyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *