Kandidat doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta itu menjelaskan bahwa tahlilan satu tahun wafatnya sang ayah memiliki dua tujuan utama.
“Pertama, untuk mendoakan almarhum ayahanda agar diterima di sisi Allah SWT. Kedua, sebagai sarana untuk terus menyambung tali silaturahmi antara keluarga, sahabat, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sultan Tidore Husein Sjah dalam sambutannya menyampaikan kesan mendalam tentang sosok almarhum yang dikenalnya sejak lama.
Ia mengenang hubungan erat antara keluarga almarhum dengan keluarganya. Bahkan, rumah keluarganya di Toboko, Kota Ternate, disebut menjadi salah satu tempat persinggahan almarhum saat melakukan aktivitas dakwah di berbagai wilayah Maluku Utara.
Menurut Sultan, semangat dakwah almarhum sangat luar biasa. Meski dalam kondisi sakit, almarhum tetap berusaha memenuhi undangan ceramah demi menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat.
“Karena cintanya beliau kepada umat, walau dalam kondisi sakit tetap ingin datang berdakwah. Bahkan kami pernah membawakan tikar dan bantal agar beliau bisa tetap menyampaikan ceramah,” kenang Sultan.













Komentar