“Setiap perjalanan harus punya cerita. Jangan sekadar jalan-jalan, tapi benar-benar dinarasikan tentang cengkih, pala, dan jejak sejarah yang membanggakan,” tegas Sekda.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan pentingnya pembentukan tim koordinasi dan penanggung jawab tiap agenda, agar respons cepat dan pengambilan keputusan tepat waktu berjalan lancar.
“Ini adalah momentum besar untuk mengangkat kembali marwah Ternate sebagai kota rempah dunia. Saat orang pulang, mereka harus pulang dengan cerita yang meyakinkan: Ternate itu spektakuler!” tutup Sekda penuh semangat dan harapan.
Rakernas JKPI 2026 bukan hanya sekadar acara, melainkan langkah strategis memperkuat identitas kota dan menempatkan Ternate sebagai pusat budaya dan ekonomi rempah di skala nasional dan internasional.***








Komentar