—000–
Berjumpa dengan Tuhan di masjid Jakarta, di tengah segala ketergesaan, adalah sebuah “kemewahan spiritual”.
Dakwah bagi saya bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan sebuah proses penyembuhan diri sendiri.
Setiap kali saya turun dari mimbar, saya justru merasa menjadi orang yang paling banyak diingatkan.
Jakarta mungkin tetap riuh setelah pintu masjid dibuka nanti. Namun batin saya berharap bahwa setiap orang yang melangkah keluar membawa sedikit ketenangan di saku mereka.
Ketenangan yang lebih berharga daripada semua gedung pencakar langit yang mengelilingi mereka. (***)
Taman Mini: Jumat, 13 Februari 2026


Komentar