“Pimpinan cabor saja sampai ‘kudeta’ dia karena tidak transparan. Kalau orang seperti ini pimpin PDAM, itu bom waktu. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal integritas dan tata kelola,” tegas Agus saat dimintai tanggapan, Selasa (13/1/2026).
Agus juga menyoroti gaya kepemimpinan Djasman yang dinilai otoriter dan enggan menerima masukan. “Waktu di NasDem juga begitu. Kalau orang seperti ini jadi direktur, PDAM bisa rusak. Jangan korbankan pelayanan publik demi ambisi pribadi,” tambahnya.
Panitia seleksi pun diminta untuk bersikap objektif dan tidak tunduk pada tekanan politik. “PDAM harus dibersihkan dari anasir politik. Ini lembaga vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan main-main,” pungkasnya.






Komentar