Halmahera Selatan, Maluku Utara— Di tengah semilir angin laut dan hangatnya sinar matahari awal tahun, kediaman resmi Bupati Halmahera Selatan di puncak Papaloang tampak lebih semarak dari biasanya. Pada Selasa, 6 Januari 2026, halaman rumah dinas itu dipenuhi senyum, tawa, dan pelukan hangat antarwarga dari berbagai latar belakang agama dan etnis. Mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga merayakan sebuah nilai yang kian langka: toleransi.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. Setelah sukses membangun pondasi kebersamaan berbasis budaya melalui Festival Sarumah—yang melibatkan 21 etnis di Halmahera Selatan—kini ia memperkuat pilar kebersamaan dari sisi keagamaan. Melalui agenda Open House Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bassam mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan perbedaan sebagai kekuatan bersama.
“Selamat Natal dan Tahun Baru 2026. Saya mohon maaf apabila selama perjalanan kebersamaan kita terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Semoga di tahun yang baru ini, kebersamaan dan persaudaraan kita semakin kuat,” ucap Bassam dalam sambutannya, disambut tepuk tangan hangat para tamu.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai penjuru Halmahera Selatan mulai berdatangan. Mereka datang dari desa-desa pesisir, perbukitan, hingga pusat kota. Para tokoh agama, pejabat daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga warga biasa, semua larut dalam suasana kekeluargaan. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Yang ada hanyalah semangat untuk saling mengenal, menghargai, dan merayakan kebersamaan.












Komentar