Ia menambahkan, DBH memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah, serta menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keterlambatan penyaluran DBH bisa berdampak signifikan terhadap kelangsungan program-program daerah.
Namun, di Halmahera Selatan, Dr. Muammil melihat adanya upaya efisiensi belanja dan penyesuaian prioritas yang dilakukan oleh Bassam-Helmi sebagai langkah cerdas dalam menjaga kesinambungan pembangunan. “Mereka tidak hanya menunggu, tapi juga bergerak dengan strategi. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung sepenuhnya pada DBH, melainkan mampu mengelola sumber daya yang ada secara efektif,” tambahnya.
Bassam-Helmi sendiri menegaskan bahwa keterlambatan DBH tidak akan menyurutkan semangat mereka dalam membangun Halmahera Selatan. Fokus mereka tetap pada pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas layanan dasar, serta pengurangan disparitas antar wilayah.













Komentar