“Kerukunan bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi kekuatan kolaboratif yang merajut perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial demi kemajuan bangsa,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menag.
Menag juga menekankan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk. Selama 80 tahun, Kemenag telah memainkan peran strategis sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah membuktikan komitmennya melalui berbagai program nyata, seperti transformasi digital layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, penguatan ekonomi umat juga dilakukan melalui pemberdayaan pesantren dan optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat, sedekah, dan dana kebajikan lintas agama.











Komentar