Ia menambahkan, pemindahan ini mencederai prinsip keadilan sosial. “Di Jailolo sudah ada RSUD. Sementara masyarakat Loloda harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk berobat. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga pengkhianatan terhadap kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Bayang-Bayang Keluarga Laos
Lebih jauh, Muslim menyoroti dugaan keterlibatan keluarga mendiang Benny Laos—suami Gubernur Maluku Utara, Sherly—dalam pengambilan keputusan strategis di Halbar. Ia menyebut, sejak awal kepemimpinan James Uang, keluarga Laos diduga menjadi aktor di balik layar yang mengendalikan kebijakan dan anggaran daerah.
“James Uang bisa jadi bupati karena dukungan penuh keluarga Laos. Sejak itu, APBD Halbar seolah menjadi ‘ladang’ bagi kepentingan mereka. Ini bukan rahasia umum lagi,” ungkap Muslim.
Kementerian sendiri telah menghentikan pembangunan RSP di Jailolo karena dinilai menyalahi prosedur dan tidak sesuai dengan kajian teknis awal. Keputusan ini memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut sarat kepentingan politik dan keluarga.
Keadilan untuk Loloda






Komentar