oleh

IN MEMORIAM: H.IBRAHIM MUHAMMAD “Semoga Kebaikan dan Kelembutan-mu Menjadi Cahaya Terang di sisi-NYA”

-Uncategorized-1091 Dilihat

“……Kepada sahabatku Ibrahim Muhammad, terima kasih telah mengizinkan kamarnya di Kalumata Puncak.

Sebagian tulisan-tulisan ini lahir di kamar ini. Kamar yang memungkinkan penulis dapat menatap panorama indah Pulau Maitara dan Tidore. Menyaksikan kapal-kapal dan perahu yang melintas, serta kerlap-kerlip lampu di malam hari…..”

****

Kisah kami bermula dari kebersamaan di Aspura Nuku Makassar jalan Tallasalapang. Sebagai titik fragmen awal saya bertemu dengan sosok Baim. Kami menempati kamar yang sama (kamar no.1).

Baca Juga  Guide complet du casino en ligne – Tout ce que vous devez savoir pour jouer en toute sécurité et maximiser vos gains

Sebegai senior, Ia (Baim) lah yang pertama kali saya jadikan sebagi mentor setibanya saya di Makassar. Ia punya jasa besar memberi ruang untuk saya bertumbuh dan mengasah diri di luar kampus.

Ia memperkenalkan saya di komunitas remaja masjid, Ia juga mengarahkan saya masuk traning Bastra HMI di Bontolempangan. Dan Ia jugalah membantu saya masuk di Fakultas syariah sebelum pindah ke fakultas dakwah di Kampus UIN Alauddin Makasar.

Kebersamaan menempati kamar yang sama inilah, membuat saya cukup mengenal pribadi nya luar dalam.

Baca Juga  Penerbangan Sriwijaya Air Manado–Ternate Delay karena Masalah Teknis, Penumpang Protes Keras

Bagi saya siapapun yang pernah mengenal dan berinteraksi dengannya pasti “terpesona”, mengagumi kualitas-kualitas terbaik dari diri Baim.

Ia dikenal rendah hati, amat jarang meninggikan dirinya. Siapa pun dekat dengan Baim merasa berharga. Ia lebih mengutamakan membicarakan keistimewaan sahabatnya ketimbang dirinya.

Ia juga sosok yang tenang, teduh dan lembut. Jarang meledak-ledak, kalau bicara, amat tenang, lambat namun terarah. Kita tidak merasa berebutan atau beradu bicara dengannya .

Baca Juga  Guide complet du casino en ligne – Tout ce que vous devez savoir pour jouer en toute sécurité et maximiser vos gains

Ia amat jarang marah, bahkan ketenangan dan kesabarannya membuat dirinya seperti “oase ” yang meneduhkan di tengah- tengah kehidupan hirup pikuk Asrama dan penghuninya yang tempramental. Itulah kenapa Ia dipilh menjadi ketua Asrama, padahal ada yang lebih senior dari dirinya.

Karena kualitas pembawaan diri inilah, Ia memiliki sahabat yang cukup banyak yang lintas etnis, suku bahkan agama.

Kedua ; fragmentasi pulang kampung dan mencari kerja pasca studi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *